Musim Kemarau, Puluhan Ribu Ton Beras Di Cianjur Terancam Gagal Panen

Musim Kemarau, Puluhan Ribu Ton Beras Di Cianjur Terancam Gagal Panen

8 views
0

Cianjur – Seribuan hektare lahan pertanian di Cianjur, Jawa Barat, yang biasa membuahkan puluhan ribu ton beras terancam gagal panen atau yang kerap disebut puso karena kekeringan, sehingga kerugian diperhitungkan mencapai Rp80 miliar.

Camat Cibeber, Ali Akbar pada wartawan pada hari Senin (01/7/19), menyatakan bahwa pada awal musim kemarau saluran irigasi yang biasa mengaliri sedikitnya 1.007 hektare lahan pertanian pada sembilan di Kecamatan Cibeber mengering karena runtuh dan belum diperbaiki.

“Ambrolnya irigasi tersebut membuat aliran air tidak normal, terutama pada musim kemarau seperti sekarang, lahan pertanian di wilayah kami terancam kekeringan hingga gagal panen,” papar Ali Akbar.

Ali Akbar menegaskan, bendungan irigasi Sungai Cikondang jebol pada Januari meskipun kala itu volume air dalam kondisi normal. Menurut Ali Akbar, tanggul tersebut sudah cukup tua dan rentan terjadi bencana alam.

“Selama ini lahan pertanian di sembilan desa itu mengandalkan aliran air dari irigasi itu, Rusaknya irigasi sangat berpengaruh besar, bahkan pada musim kemarau seperti sekarang,” ucap Camat Cibeber.

Musim Kemarau, Puluhan Ribu Ton Beras Di Cianjur Terancam Gagal Panen (porosnasional.com)

Musim Kemarau, Puluhan Ribu Ton Beras Di Cianjur Terancam Gagal Panen (porosnasional.com)

Pihak sudah berkoordinasi dengan instansi terkait untuk menganjurkan perbaikan ke Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat (Jabar), mengingat irigasi adalah kewenangan Pemerintah Provinsi (Pemprov).

“Hingga saat ini prosesnya baru ditenderkan dan kemungkinan dibangun awal tahun depan, sehingga diperkirakan baru akan berfungsi pada 2021, Informasinya begitu, dibangun tahun depan dan difungsikan di tahun selanjutnya,” ujar Ali Akbar.

Lamanya prosedur perbaikan serta pembangunan irigasi akan berpengaruh terhadap produksi pertanian di Cianjur yang diperkirakan akan kehilangan puluhan ribu ton padi yang setiap hektarenya mampu menghasilkan 9-10 ton.

“Cibeber merupakan lumbung padi Cianjur dengan tingkat produksi yang tinggi, sehingga akan sangat berpengaruh pada produksi tingkat kabupaten, Saat ini tercatat sudah seribuan hektar yang terancam gagal panen,” tutur dia.

Bahkan, Ali Akbar juga mengatakan,  ada laporan pada beberapa desa kondisi tanah lahan pertanian telah pecah-pecah, kemungkinan dalam waktu dekat tanaman padi akan mati hingga mengalami gagal panen atau fuso.

Untuk mengantisipasi dampak ekonomi pada petani, pemerintah kecamatan telah menjalankan pengarahan supaya menanam palawija selama musim kemarau atau sampai perbaikan irigasi selesai.

Sementara Plt Bupati Cianjur, Herman Suherman menyatakan bahwa pihaknya terus mendesak Pemprov Jabar untuk mempercepat perbaikan irigasi Sungai Cikondang lantaran keberadaannya sangat penting terutama untuk pertanian.

“Saat ini kami melalui pemerintah kecamatan sudah melakukan perbaikan ringan agar air dari sungai bisa tetap mengalir ke lahan pertanian, meskipun debitnya memang tidak normal,” pungkasnya.

About author

Your email address will not be published. Required fields are marked *