Titiek Soeharto: Pendukung Prabowo Gelar Aksi Damai Tiga Hari Di KPU

Titiek Soeharto: Pendukung Prabowo Gelar Aksi Damai Tiga Hari Di KPU

19 views
0

Kubu calon presiden dan wakil presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno, tengah mempersiapkan perlawanan menolak pengumuman hasil pemilu 2019. Hal tersebut dilakukan karena adanya dugaan kecurangan yang telah dilakukan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI.

Ketua Dewan Pembina Partai Berkarya, Siti Hediati Harijadi (Titiek Soeharto) mengatakan, jika pendukung Prabowo-Sandi akan menggelar aksi damai tiga hari berturut-turut di gedung KPU, Jalan Imam Bonjol, Jakarta Pusat. Acara tersebut rencananya akan dilakukan pada tanggal 20, 21, dan 22 Mei.

Adapun, KPU sendiri telah menjadwalkan pengumuman hasil rekapitulasi pada tanggal 22 Mei. Sementara penetapan hasil Pemilu 2019 jika tidak ada sengketa akan diumumkan pada 25 Mei 2019 mendatang.

“Kita akan kelihatannya demo damai, tidak tanpa kekerasan. Mungkin kita duduk saja sampai aparat ini kan selama ini kita kayak dicuekin saja. Kita sudah teriak-teriak pemilu curang, DPT ganda, DPT bermasalah, yang meninggal begitu banyak. Kita sudah menyuarakan itu, tapi kok kayaknya dicuekin saja,” kata Titiek saat menghadiri deklarasi Gerakan Nasional Kedaulatan Rakyat (GNKR), di Rumah Perjuangan Rakyat, Jalan Proklamasi, Jakarta Pusat, Jumat 17 Mei 2019.

Titiek Soeharto: Pendukung Prabowo Gelar Aksi Damai Tiga Hari Di KPU (porosnasional.com)

Titiek Soeharto: Pendukung Prabowo Gelar Aksi Damai Tiga Hari Di KPU

Selain itu, Putri Soeharto ini memperkirakan bahwa jumlah massa aksi yang hadir, akan lebih banyak daripada jumlah petugas TNI/Polri yang mengamankan proses pemilu.

“Tidak seperti 212, tapi cukup banyaklah. Kalau pemerintah mengerahkan aparat 160 ribu TNI, seratus sekian ribu polisi, insyaallah massa kita lebih dari itu,” ujar Titiek.

Titiek menegaskan, bahwa aksi damai merupakan cara lain selain mengajukan gugatan ke Mahkamah Konstitusi (MK). Bahkan ia menyebut kubu Prabowo-Sandi tidak akan mengajukan gugatan ke MK, karena membandingkan dengan hasil gugatan Pilpres 2014 lalu.

“Kayaknya kita ke MK enggak, karena kita pernah pengalaman di 2014, kita ke MK judulnya belum diperiksa. Belum diperiksa, bukti-buktinya sudah diketok, yang menang sebelah sana. Jadi kayaknya sekarang kita tidak akan ke MK lagi, jadi kita akan berjuang di jalanan,” tandasnya.

Titiek juga mengaku, setelah unjuk rasa damai, ia berharap KPU RI dapat mendiskualifikasi pihak yang melakukan kecurangan dalam pemilu 2019. Karena menurutnya, negara telah mengeluarkan anggaran besar untuk melaksanakan pemilihan umum.

“Harapannya didiskualifikasi mana yang curang, petahana yang curang, ini harus didiskualifikasi. Jadi kalau kita ulang lagi, ini mahal sekali, makan waktu, biaya mahal, sekarang saja (biaya pemilu) Rp 25 triliun hasilnya kaya gini,” pungkasnya.

About author