Tolak Tempuh Jalur MK, Prabowo Pilih Dengar Suara Rakyat

Tolak Tempuh Jalur MK, Prabowo Pilih Dengar Suara Rakyat

7 views
0

Koordinator Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Dahnil Anzar Simanjuntak mengatakan pihaknya tidak akan mengajukan gugatan ke Mahkamah Konstitusi (MK) terkait hasil Pilpres 2019. Hal tersebut dikarenakan telah terjadi makar hukum atau pengelabuan aturan.

Dikatakan Dahnil, makar hukum itu ditandai dengan banyaknya proses hukum yang dialami pihaknya, mulai dari pengadangan saat kampanye hingga kriminalisasi terhadap tokoh BPN.

“Kami melihat ada makar terhadap hukum secara masif. Hukum itu diinterpretasikan oleh siapa yang paling kuat,” ujar Dahnil di Media Center Prabowo-Sandi, Jalan Sriwijaya, Jakarta Selatan, Rabu (15/5).

Tidak hanya makar hukum, distrust atau kehilangan kepercayaan terhadap hukum menjadi alasan mereka tidak menempuh jalur gugatan ke Mahkamah Konstitusi. Menurut Dahnil, hal tersebut sia-sia dan itu juga telah mereka rasakan saat ini. Maka mengajukan gugatan ke MK pun, kata Dahnil, menjadi sesuatu yang percuma.
Tolak Tempuh Jalur MK, Prabowo Pilih Dengar Suara Rakyat (porosnasional.com)

Tolak Tempuh Jalur MK, Prabowo Pilih Dengar Suara Rakyat

“Kita kehilangan distrust proses hukum. Hukum kita seperti hukum rimba, siapa yang kuat dia yang menentukan, tafsir siapa yang benar siapa yang salah, termasuk terkait dengan ke MK karena distrust itu kami memutuskan (tidak) melakukan gugatan ke MK dan juga terkait masalah yang lain,” ungkapnya.

Karenanya, ujar Dahni, untuk saat ini Prabowo akan mengikuti keinginan rakyat jika memang pasangan petahana justru yang dinyatakan sebagai pemenangan oleh KPU. Dahnil mengatakan, dengan tidak mengajukan gugatan ke MK itu pun sudah merupakan salah satu upaya hukum yang tengah mereka tempuh.”Itu upaya hukum. Tidak menggugat itu kan upaya hukum, artinya tidak memilih cara formal hukum. Tapi itu kan upaya hukum,” ujar mantan Ketum PP Muhammadiyah.

“Apa yang kita lakukan upaya mencari keadilan secara politik, kita serahkan pada masyarakat, pak Prabowo akan ikuti suara rakyat,” lanjutnya.

Sementara itu, mengenai apakah Prabowo akan ikut berdemo ke KPU jika memang nantinya ada gerakan dari masyarakat, Dahnil tidak menjawab secara rinci. Dia hanya menyebut jika memang ada gerakan dari masyarakat, kegiatan itu harus tetap damai tanpa kerusuhan.”Yang jelas seperti disampaikan pak Prabowo kalau ada gerakan kedaulatan rakyat harus tetap non violence. Anti kekerasan, itu prinsip dasarnya. Gak boleh ada kekerasan, keliru kalau kemudian menyebutkan ini gerakan massa berbahaya,” pungkas Dahnil.

Bagi Prabowo, lebih memilih untuk mendengar suara rakyat daripada harus menempuh jalur hukum melalui Mahkamah Konstitusi (MK). Selain adanya makar hukum, juga sudah kehilangan kepercayaan terhadap hukum yang menjadi alasan Prabowo tidak menempuh jalur gugatan ke Mahkamah Konstitusi.
About author