Hadiri Simposium BPN Prabowo, RR Sebut Kecurangan Pemilu 2019 Luar Biasa!

Hadiri Simposium BPN Prabowo, RR Sebut Kecurangan Pemilu 2019 Luar Biasa!

7 views
0

Mantan Menteri Koordinator Kemaritiman Rizal Ramli menghadiri acara simposium Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi untuk mengungkapkan fakta-fakta kecurangan pilpres di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta, Selasa (15/4). Rizal menilai kecurangan Pemilu 2019 sangat luar biasa.

Dikatakan Rizal, skala kecurangannya Pilpres 2019 sangat besar dibanding 2014 lalu. Oleh karena itu, kecurangan sekarang tidak bisa dibiarkan.

“Kali ini skala kecurangannya luar biasa. Sebelum pilpres, pada saat pilpres dan setelah pilpres. Yang paling signifikan adalah daftar pemilih palsu yang jumlahnya 16,5 juta,” tutur Rizal.

Rizal mengungkapkan, BPN telah melapor kecurangan kepada penyelenggara pemilu melalui Direktur Media BPN Hashim Djojohadikusumo. Tetapi, protes BPN tidak dihiraukan.

“Mereka (KPU RI) tutup telinga, tutup mata, tetap mau ada 16,5 juta pemilih abal-abal. Karena kalau misalnya dimasukkan 10 orang ke 800 ribu TPS, udah 8 juta. Ditambahin 20, jadi 16 juta, pasti menang,” ungkapnya.

Hadiri Simposium BPN Prabowo, RR Sebut Kecurangan Pemilu 2019 Luar Biasa! (porosnasional.com)

Hadiri Simposium BPN Prabowo, RR Sebut Kecurangan Pemilu 2019 Luar Biasa!

Ahli ekonomi tersebut heran, jika Jokowi memenangkan suara saat ini. Dikarenakan, prestasi Jokowi terbilang tidak baik dan kondisi perekonomian negara juga melemah.

“Kok bisa sekarang dirancang menang 50-68 persen. Daya beli masyarakat lemah, harga anjlok, umat Islam merasa tidak adil, kok bisa naik? Karena memang dirancang harus menang,” kata Rizal.

Rizal juga menyinggung kesalahan input data yang dilakukan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU). Menurut dia, kesalahan tersebut malah menguntungkan paslon nomor urut 01.

“Kok bisa salah input? Komputer ada namanya front end. Kalau salah masukkan otomatis ditolak. Ada juga namanya back end. Nah ini yang bisa diubah-ubah. Misal 01 dapat sekian, ditambahkan. Misal 02 dapat sekian, dikurangin,” jelasnya.

“Jadi kecurangan paling besar ada di back end komputer. Padahal kalau profesional, mereka izinkan, kita audit forensik,” lanjut Rizal.

Rizal kemudian menegaskan, bahwa penyelenggara pemilu bisa dipidana jika mengabaikan kecurangan.

“Undang-Undang Nomor 7 tahun 2017 jika ada satu suara yang dihilangkan dengan sengaja, yang bersangkutan bisa kena hukuman penjara 4 tahun dan denda 48 juta. kecurangan ini belasan juta. Dikalikan 4 tahun, berapa tahun coba hukumannya?,” pungkas Rizal.

Ketua Tim Siber BPN Prabowo-Sandi, Agus Maksum dan Prof Dr Laode M Kamaludin (porosnasional.com)

Ketua Tim Siber BPN Prabowo-Sandi, Agus Maksum dan Prof Dr Laode M Kamaludin

Hadir dalam simposium tersebut, sejumlah ahli antara lain, Ketua Tim Siber BPN Prabowo-Sandi Agus Maksum, Prof Dr Laode M Kamaludin, dan Chairul Anas. Koordinator juru bicara BPN Prabowo-Sandi, Dahnil Anzar Simanjuntak, berperan sebagai moderator.

Pada kesempatan itu, Agus Maksum membahas dugaan kecurangan DPT Pemilu 2019, Laode memaparkan data soal perolehan suara berdasarkan formulir C1. Sementara itu, Chairul memaparkan dugaan kecurangan dari aspek IT.

Adapun, Prabowo dan Sandiaga juga turut hadir dalam acara tersebut. Selain itu, tampak hadir Ketua BPN Djoko Santoso, Ketua Dewan Kehormatan PAN Amien Rais, Ketua Dewan Pembina Partai Berkarya Siti Hediati Harijadi (Titiek Soeharto), Waketum Gerindra Fadli Zon, dan Waketum Partai Demokrat Syarif Hasan.

About author