Prabowo Desak Audit IT KPU Terkait Human Error Hingga Human Order

Prabowo Desak Audit IT KPU Terkait Human Error Hingga Human Order

8 views
0

Calon Presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto mendesak segera dilaksanakan audit teknologi informasi (IT) Komisi Pemilihan Umum (KPU). Hal tersebut mengingat banyaknya kelemahan Sistem Informasi dan Hitung (Situng) KPU, dari “human error” hingga dugaan “human order”.

Demikian disampaikan Ketua Umum Partai Gerindra itu saat menggelar pertemuan dengan wartawan asing dan perwakilan negara-negara sahabat di Jakarta, Senin (6/5).

“Permintaan saya sederhana. Segera audit IT KPU (secara menyeluruh). Kalau tidak, saya tidak akan menerima keputusan KPU yang penuh kecurangan,” ujar Prabowo.

Dalam pertemuan yang berlangsung di kediamannya, Jalan Kertanegara, Jakarta Selatan, Prabowo juga menilai situng KPU banyak direkayasa serta merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kecurangan yang terstruktur, sistematis dan masif.

Prabowo Desak Audit IT KPU Terkait Human Error Hingga Human Order (porosnasional.com)

Prabowo Desak Audit IT KPU Terkait Human Error Hingga Human Order

Menjawab pertanyaan wartawan mengenai kemungkinan membawa penyelesaian permasalahan Pilpres ke Mahkamah Konstitusi (MK), Prabowo menyatakan pesimistis MK dapat menyelesaiakan permasalahan tersebut secara jujur dan adil.

Mantan Danjen Kopassus itu menilai, Pilpres 2019 adalah Pemilu terburuk dan memalukan sejak era reformasi mengingat banyaknya kecurangan yang menurut Prabowo bukti-buktinya kasat mata.

Lebih dari itu, lanjutnya, Pemilu tahun ini juga telah menimbulkan banyak korban jiwa. Hingga saat ini dilaporkan sebanyak 440 petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) meninggal dunia dan 3.788 lainnya jatuh sakit.

Sementara itu, Amin Rais selaku anggota Dewan Pertimbangan Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi tidak menampik kemungkinan adanya “people power” jika keadilan dan kejujuran tidak didapatkannya.

“Saya siap turun ke jalan,” ungkapnya pada pertemuan yang juga dihadiri Cawapres Sandiaga Salahudin Uno, Ketua BPN Prabowo-Sandi Jenderal TNI (Purn) Djoko Santoso, Ekonom Rizal Ramli, dan mantan Sesmen BUMN Muhammad Said Didu.

Sebelumnya, tokoh ekonom Rizal Ramli menyatakan, kecurangan Pilpres secara terstuktur, sistematis dan massif, bahkan brutal terjadi sejak masa kampanye (dengan pengerahan institusi/Aparatur Sipil Negara), saat pencoblosan, dan saat penghitungan suara.

Kemudian, BPN Prabowo-Sandi sendiri telah melaporkan sebanyak 73.715 dugaan kecurangan Situng KPU ke Bawaslu serta meminta agar Situng dihentikan dan segera dilakukan audit forensik IT KPU.

About author