Ustadz Idrus Sambo Ungkap Modus Kecurangan Pilpres 2019

Ustadz Idrus Sambo Ungkap Modus Kecurangan Pilpres 2019

53 views
0

Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, mengungkapkan bahwa penyelenggara Pemilihan Umum 2019 telah melakukan kecurangan yang terstruktur, masif hingga sistematis. Hal tersebut diungkapkan Juru Kampanye Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Ustad Ansufri Idrus Sambo kepada para emak-emak yang hadir di Sekretariat Nasional (Seknas), Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (28/4).

Dihadapan ratusan emak-emak se-Jabodetabek, Ustad Sambo mengatakan, ada sepuluh bukti kecurangan yang dianggapnya telah terstruktur, masif dan sistematis. Sepuluh bukti tersebut ditemukan pada saat proses Situng di website milik Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Pertama angka dalam tabulasi tidak melampirkan scan C1, kedua angka antara C1 berbeda dengan foto pleno C1,” kata Ustad Sambo kepada emak-emak.

Kemudian ketiga, ujar Ustad Sambo, terdapat jumlah pemilih antara pasangan nomor 01 dan 02 melebihi dari jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT). Selanjutnya, jumlah pemilih pasangan capres-cawapres nomor 01 dan 02 melebihi dari suara yang sah.

“Yang keempat jumlah pemilih 01 ditambah 02 walaupun lebih kecil dari DPT tapi lebih banyak dari suara sah,” ujarnya.

Ustadz Idrus Sambo Ungkap Modus Kecurangan Pilpres 2019 (porosnasional.com)

Ustadz Idrus Sambo Ungkap Modus Kecurangan Pilpres 2019

Selanjutnya, Ustad Sambo mengatakan, jumlah pemilih pasangan capres-cawapres nomor 01 maupun 02 lebih kecil dari suara yang sah.

Tidak hanya itu, Ustad Sambo juga menyebut, menemukan kecurangan di dalam Situng website resmi KPU, yaitu terdapat jumlah suara yang ditambahkan untuk pasangan capres 01. Sedangkan capres-cawapres 02 dinilainya selalu dikurangi dari jumlah suara sebenarnya.

“Angka (pasangan) 01 ditambah seratus (angka) bahkan ada yang ditambah seribu, sedangkan (pasangan) 02 dikurangi. Selanjutnya 01 dan 02 sekaligus dikurangi,” ungkapnya.

Ustad Sambo juga mengaku menemukan kecurangan yang dinilainya bukanlah akibat human error, karena ditemukan jumlah suara yang ditukar.

“Kita juga temukan pemutar balikkan angka, jadi misalkan 01 dapat 70 sedangkan 02 dapat 120 tapi dibalik menjadi 01 mendapat 120 sedangkan 02 dapat 70,” ucapnya.

Kemudian yang terakhir, Ustad Sambo juga menemukan scan C1 yang tidak ada tandatangan saksinya. Bahkan, menurutnya form C1 yang tidak ada tandatangannya menyatakan pasangan 02, Prabowo-Sandi kalah suara dengan pasangan 01, Jokowi-Ma’ruf.

About author