BPN Prabowo Laporkan Temuan 1.261 Kecurangan Pemilu 2019 

BPN Prabowo Laporkan Temuan 1.261 Kecurangan Pemilu 2019 

27 views
0

Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi menemukan adanya 1.261 laporan tindakan kecurangan dalam pemilu 2019. BPN mendapat laporan tersebut dari seluruh wilayah Indonesia.

Demikian disampaikan Direktur Media dan Komunikasi BPN Prabowo- Sandi, Hashim Djojohadikusumo di Media Center Prabowo-Sandi, Jalan Sriwijaya, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

“Data yang sudah masuk mengenai kecurangan ada sejumlah 1.200 kasus di TPS yang mencerminkan atau indikasi kecurangan. “Ada kertas suara digotong ke tempat yang tidak representatif, ada petugas KPPS nyoblos sendiri kertas suara hingga muncul angka yang fantastis,” ujar Hashim Djojohadikusumo, Sabtu (20/4/2019).

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Relawan BPN, Ferry Mursyidan Baldan mengatakan timnya baru saja menerima puluhan laporan baru. Jika ditotal, BPN menerima 1.261 laporan kecurangan pemilu 2019.

“Pak Hashim sampaikan ada 1.200 lebih dan ini saya tambahkan tadi pagi saya terima 61, jadi 1.261 lebih dari catatan potensi pelanggaran pemilu. Kita mengatakan ini pelanggaran pemilu,” ujarnya.

Direktur Media dan Komunikasi BPN Prabowo- Sandi, Hashim Djojohadikusumo (porosnasional.com)

Direktur Media dan Komunikasi BPN Prabowo- Sandi, Hashim Djojohadikusumo

Dikatakan Ferry, BPN akan segera melaporkan tindakan kecurangan tersebut ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Bawaslu. BPN berharap ada tindakan tegas yang dilakukan oleh KPU maupun Bawaslu.

Ferry juga menuturkan, tindakan-tindakan kecurangan pemilu yang paling sering terjadi. Diantaranya yaitu, adanya kertas suara dobel yang ditemukan oleh satu orang yang akan mencoblos.

“Dari jenis pelanggaran itu yang paling banyak ketika banyak proses di TPS yang saya kira terjadi pelanggarannya pertama dicobloskan, ada orang berpindah pemilih, berpindah tempat pilihan tanpa diikuti oleh surat A5, kemudian TPS yang terlambat misalnya dan kita lihat ada beberapa yang kita pikir satu dua aja tapi ada yang dobel ya surat suara itu dobel,” tuturnya.

“Harusnya pada saat pemeriksaan itu sebenarnya bisa satu-satu tapi kok bisa nempel, dobel itu untung saja pemilih yang laporkan,” lanjutnya.

Direktur Relawan BPN, Ferry Mursyidan Baldan (porosnasional.com)

Direktur Relawan BPN, Ferry Mursyidan Baldan

Lebih lanjut, saksi yang membela pasangan Prabowo-Sandi juga tidak diberikan hak membela pasangan 02 itu saat ada indikasi perhitungan suara yang tidak sah. Atas dasar itulah, BPN berharap Bawaslu bertindak tegas menindak dugaan kecurangan itu.

Harapan BPN, ada perhitungan suara ulang bahkan hingga pemungutan suara ulang jika hal itu diperlukan. Jika perhitungan suara dilakukan ulang, ia berharap petugas yang menghitung diganti dengan petugas yang baru untuk meminimalisir potensi kecurangan lagi.

“Kita akan sampaikan ke Bawaslu sehingga menghasilkan rekomendasi-rekomendasi, kalau itu berkaitan dengan hal teknis perhitungan suara ulang atau misalnya ada angka-angka yang ini bahkan sampai pemungutan suara ulang ya, kan. Itu saya kira menyertakan saksi kita juga dalam proses rekap ditingkat kecamatan sampai kabupaten akan kita telusuri dan sampaikan itu bagian yang harus dilakukan,” ungkap Ferry.

BPN juga mencurigai peran Babinsa hingga peran polisi saat mengawal kotak suara diberbagai wilayah. BPN menduga pihak-pihak tersebut ikut melakukan tindakan curang saat mengamankan kotak suara pemilu kemarin.

Sudirman Said, Direktur Materi dan Debat BPN Prabowo-Sandi (porosnasional.com)

Sudirman Said, Direktur Materi dan Debat BPN Prabowo-Sandi

Kemudian, Sudirman Said Direktur Materi dan Debat BPN juga mengatakan, dugaan kecurangan yang terjadi pada pemilu 2019 sangat menghawatirkan. Menurutnya kecurangan dapat membahayakan demokrasi.

“Justru Babinsa jadi konsen kita karena selama ini dua institusi ini jadi patner baik, saling dukung, menunjang dan cek-cek. Tapi beredar cerita Babinsa ditarik diberbagai tempat, diikuti cerita polisi bawa kotak suara ke gudang yang bukan tempat otoritatif,” ujarnya.

“Jadi kecurangan ini menjadi warning, bahwa jangan sampai bangsa ini jatuh kepada proses menghalalkan segala cara untuk meraih kekuasaan,” pungkasnya.

Sementara itu, diberbagai daerah ada Babinsa yang biasa menjaga daerah itu, tetapi ditarik dan digantikan oleh polisi lainya untuk menjaga jalannya Pemilu 2019. Adapun, kejadian tersebut terjadi di dua wilayah.

About author