Di Balik Ceplas-Ceplos Prabowo, Ada Citra Diri Cerdas Dan Jujur

Di Balik Ceplas-Ceplos Prabowo, Ada Citra Diri Cerdas Dan Jujur

16 views
0

Calon presiden Prabowo Subianto dalam kampanye beberapa terakhir ini menggunakan kata-kata yang dinilai kasar. Pengamat politik dari Universitas Paramadina, Kunto Adi Wibowo menilai penggunaan kata-kata bersifat kasar oleh calon presiden nomor urut 02 saat kampanye adalah upaya untuk menampilkan kejujuran.

Dalam sejumlah kampanye terbuka beberapa waktu terakhir, Prabowo menggunakan kata-kata yang dinilai sejumlah kalangan kasar, seperti ‘ndasmu’ dan ‘bajingan’. Prabowo juga menggebrak-gebrak podium saat kampanye di Yogyakarta. Kemudian, Mantan Komandan Jenderal Kopassus ini juga menggunakan pilihan kata ‘diperkosa’ untuk menggambarkan kondisi ibu pertiwi.

Kunto mengatakan, berdasarkan studi psikologi, kata-kata bersifat kasar dapat digunakan oleh orang yang ingin menyampaikan sebuah pesan secara jujur.

“Studi psikologi, mereka yang berkata kasar lebih jujur. Saya rasa tim Prabowo menyadari itu, dan memunculkan Prabowo yang walau berkata kasar tapi jujur,” ujarnya, Selasa (9/4).

Pengamat politik dari Universitas Paramadina, Kunto Adi Wibowo (porosnasional.com)

Pengamat politik dari Universitas Paramadina, Kunto Adi Wibowo

Selain itu, Kunto menyatakan penggunaan kata kasar oleh Prabowo tepat, lantaran dilakukan di hadapan para pendukungnya. Pasalnya, kata-kata kasar kerap digunakan untuk menunjukkan kedekatan.

Kunto menjelaskan, penggunaan kata bersifat kasar itu akan menjadi masalah jika didengar oleh orang-orang yang tidak berasal dari kalang pendukungnya, dalam hal ini pendukung paslon nomor urut 01, Joko Widodo-Ma’ruf Amin.

“Ketika orang pakai kata kasar itu lebih dianggap familiar, kalau orang bisa pakai kata kasar artinya lebih dekat dengan kita. Bagi pendukungnya oke, karena sudah punya kedekatan. Problemnya pendukung Jokowi yang melihat kata kasar Prabowo ini,” jelasnya.

Peneliti politik di lembaga KedaiKopi ini juga menilai, langkah Prabowo menggunakan kata-kata bersifat kasar ini sejalan dengan upaya tampil dengan citra diri sebagai capres cerdas. Menurutnya, salah satu cara untuk mengasosiasikan hal itu adalah dengan tampil tegas yang kemudian memaki sebuah hal yang bersifat buruk.

Di Balik Ceplas-Ceplos Prabowo, Ada Citra Diri Cerdas Dan Jujur (porosnasional.com)

Di Balik Ceplas-Ceplos Prabowo, Ada Citra Diri Cerdas Dan Jujur

Dikatakan Kunto, hal tersebut ditampilkan Ketua Umum Partai Gerindra itu dengan memaki para koruptor.

“Kecerdasan itu bisa diasosiasikan berbagai cara, memaki itu dianggap tegas misalnya memaki koruptor,” tuturnya.

Lebih lanjut Kunto menduga, penggunaan kata bersifat kasar itu menjadi tren kantaran masyarakat lelah dengan berbagai masalah yang terus terjadi.

“Karena yang dibutuhkan pemilih hari ini adalah ketegasan, mereka capek dengan ketidakadilan dan berbagai janji,” pungkasnya.

Namun, Kunto mengaku belum dapat memperkirakan dampak penggunaan kata bersifat kasar untuk tampil tegas ini terhadap elektabilitas Prabowo.

About author