Survei PolMark: Elektabilitas Petahana Dibawah 50%

Survei PolMark: Elektabilitas Petahana Dibawah 50%

16 views
0

CEO dan Founder PolMark Indonesia, Eep Saefulloh Fatah mengatakan terjadi kesenjangan antara gabungan elektabilitas partai pengusung capres dan cawapres dengan elektabilitas capres dan cawapres yang diusungnya. Pasangan Jokowi-Amin jauh lebih mengalami defisit ketimbang pasangan Prabowo-Sandi.

Hal tersebut disampaikan Eep dalam forum ‘Pikiran, Akal, dan Nalar’ di Hotel Grand Arkenso Semarang. Dia menjelaskan pengaruh antara Pileg dan Pilpres sebab baru pertama kali digelar bersama dan ternyata hasilnya cukup signifikan.

“Ternyata jumlah pemilih yang mengatakan memilih partai yang punya kader sebagai capres sebanyak 46,1 persen. Sedangkan pemilih yang memilih partai dalam Pileg yang ikut mengusung capres atau cawapres pilihan mereka sebanyak 33,1 persen,” jelas Eep.

“Partai yang kadernya menjadi kandidat Pilpres bisa memanfaatkannya sekarang, keuntungan elektoral akan didapatkan. Tapi dengan catatan, jika mereka mampu memanfaatkan,” lanjutnya.

Survei PolMark: Elektabilitas Petahana Dibawah 50% (porosnasional.com)

Survei PolMark: Elektabilitas Petahana Dibawah 50%

Pada survei berikutnya menyebutkan, kesenjangan antara gabungan elektabilitas partai para pengusung capres-cawapres dengan elektabilitas capres-cawapres yang diusungnya. Contohnya, agregat elektabilias Jokowi-Amin di 73 Dapil adalah 40,4 persen, sedangkan gabungan elektabilitas partai-partai pengusung kandidat 01 adalah 67,4 persen.

“Artinya ada defisit 27 persen,” ungkap Eep.

Kemudian, kesenjangan juga terjadi antara agregat elektabilitas Prabowo-Sandi dengan gabungan elektabilitas partai-partai pengusungnya. Elektabilitas Prabowo-Sandi adalah 25,8 persen. Sementara gabungan elektabilitas partai-partai pengusungnya adalah 32 persen yang artinya ada kesenjangan sebesar 6,2 persen.

“27 persen dan 6,2 persen itu menunjukan elektabilitas partai, belum tentu elektabilitas Pilpres. Dalam roadshow berikutnya akan bahas ini,” tuturnya.

Adapun, survei yang dilakukan PolMark Indonesia bekerjasama dengan DPP Partai Amanat Nasional (PAN) digelar di 73 Dapil dari 80 dapil seluruh Indonesia untuk tingkat pemilihan DPR RI. Survei ini dilakukan dari bulan Oktober 2018 hingga Februari 2019 dengan jumlah responden 440 di masing masing 72 dapil dengan margin of error plus-minus 4,8 persen dan 880 responden di 1 dapil dengan margin of error plus-minus 3,4 persen.

Pengambilan sampel survei ini dilakukan dengan metode Multistage Random Sampling dengan selang kepercayaan 95 persen.

About author