Masa Konsesi Habis, Prabowo-Sandi Gratiskan Jalan Tol

Masa Konsesi Habis, Prabowo-Sandi Gratiskan Jalan Tol

7 views
0
Pasangan Capres dan Cawapres Nomor Urut 02, Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno menjanjikan program terbaru dengan menggratiskan sebagian jalan tol di seluruh Indonesia. Jalan tol tersebut yaitu ruas-ruas jalan tol yang sudah habis masa konsesi pengelolaannya.
Hal tersebut dikatakan Tim Pakar Bidang Infrastruktur Prabowo-Sandi, Suhendra Ratu Prawiranegara, Selasa (26/2/2019). Menurut Suhendra, wacana penggratisan jalan tol tersebut sangat mungkin dilakukan.

“Ini adalah suatu manifestasi dari keinginan luhur Prabowo-Sandi, di antaranya berupa infrastruktur untuk rakyat,” katanya.

Adapun, wacana ini juga rupanya tengah dimulai pemerintah Malaysia dengan terlebih dahulu menggratiskan empat tol yakni Lebuhraya Damansara Puchong (LDP), Sistem Penyuraian Trafik KL Barat (SPRINT), Lebuhraya Shah Alam (KESAS), dan Terowongan SMART.

“Bukan kami merasa berbangga hati karena ide kami diikuti negara lain, namun jika melihat wacana yang berkembang sejak akhir tahun lalu tentang infrastruktur, Prabowo Sandi sudah mewacanakan dan sudah menginventarisir ruas-ruas jalan tol yang memungkinkan untuk dibebaskan tarifnya,” ungkap Suhendra.

Tim Pakar Bidang Infrastruktur Prabowo-Sandi, Suhendra Ratu Prawiranegara (porosnasional.com)

Tim Pakar Bidang Infrastruktur Prabowo-Sandi, Suhendra Ratu Prawiranegara

Bahkan wacana ini terus bergulir jelang Debat II Capres yang membahas mengenai infrastruktur. Konsesi atau hak kelola jalan tol diberikan oleh pemerintah kepada pengelola jalan tol, atau Badan Usaha Jalan Tol.

Suhendra memastikan, konsesi ini sudah menghitung dan memanifestasikan semua hitungan keekonomian suatu ruas jalan tol. Artinya periodesasi konsesi sudah menghitung besaran biaya investasi, besaran keuntungan, waktu kembali modal (BEP) sampai payback period.

“Dalam istilah ekonomi (investasi) sudah dihitung IRR, NPV, BCR dan Payback Period suatu ruas jalan tol,” jelasnya.

Logikanya, ujar Suhendra, suatu ruas jalan tol yang sudah berakhir masa konsesinya, sudah barang tentu meraup keuntungan. Hal ini merujuk UU 38/2004 Tentang Jalan yang menjamin bahwa investasi jalan tol akan menguntungkan, berupa pasal-pasal yang menjamin investasi (bisnis) tersebut.

Jadi menurut Suhendra, jika program Prabowo-Sandi menggratiskan jalan tol yang sudah berakhir konsesinya diragukan bahkan dicemooh oleh berbagai pihak, tidak terkecuali oleh unsur pemerintah, maka patut dipertanyakan.

“Karena di luar nalar sehat, jika memang infrastruktur untuk rakyat ya jangan membebani rakyat dengan pungutan yang mahal dan memberatkan dong. Kalau demikian judulnya rakyat untuk infrastruktur, rakyat disuruh bayar untuk pembangunan infrastruktur seperti jalan tol ini,” pungkas Suhendra yang staf khusus Menteri Pekerja Umum periode 2005-2009.

Karenanya, penghapusan tarif tol pada ruas-ruas tol yang sudah berakhir masa konsesinya akan menjadi prioritas bagi pemerintahan Prabowo-Sandi jika rakyat mengamanatkan kepada mereka menjadi presiden dan wakil presiden RI.

About author

Your email address will not be published. Required fields are marked *