Prabowo Sebut Puluhan Nama Pakar Dalam Pidato Kebangsaan

Prabowo Sebut Puluhan Nama Pakar Dalam Pidato Kebangsaan

20 views
0

Pada Jumat, (15/2/2019) capres Prabowo Subianto menggelar Pidato Kebangsaan di Hotel Po, Paragon, Semarang, Jawa Tengah. Pidato tersebut merupakan rangkaian safari politik Prabowo selama di Jawa Tengah.

Dalam pidatonya, capres nomor urut 02 itu menyebut puluhan panelis yang terdiri dari ahli, pakar, tokoh hingga politikus. Prabowo mengatakan, para panelis dimaksud akan membantu dirinya dan Sandiaga Uno dalam Pilpres 2019 nanti.

“Di belakang saya ada beberapa puluh pakar-pakar, tokoh-tokoh, ahli-ahli. Mereka sudah menyatakan bersedia untuk membantu saya dan saudara Sandiaga Uno,” kata Prabowo.

Mantan Danjen Kopassus itu memperkenalkan beberapa nama pakar sesuai bidangnya masing-masing. Mulai dari pakar ekonom, pakar infrastrutkur, energi dan pangan hingga ahli lingkungan hidup serta politikus perwakilan dari Koalisi Adil dan Makmur.

“Di belakang saya ada Profesor Burhanudin Abdullah, pernah jadi Gubernur Bank Indonesia, sda Doktor Alex Yahya, ada Haryadin. Dokter Andika pakar ekonomi, Sugiono, Riza Setiawan, Suhendra Ratu, Saudara Putra Jaya Husin, Bambang Haryo Sukartono, Saudara Marco Kusuma. Itu tadi di bidang ekonomi dan infrastruktur,” jelas Prabowo.

Prabowo Sebut Puluhan Nama Pakar Dalam Pidato Kebangsaan (porosnasional.com)

Prabowo Sebut Puluhan Nama Pakar Dalam Pidato Kebangsaan

Kemudian, ia juga menyebut nama Willie Smits, Sudirman Said, Said Didu, Kardaya Warnika, Laode Kamaluddin dan beberapa nama lain sebagai pakar bidang energi dan pangan. Sedangkan untuk pakar lingkungan hidup ada nama Fabby Tumiwa, Achmad Adhitya, Suhardi Suryadi, dan Irvan Pulungan.

Sementara, Anggota Dewan Pakar Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Drajad Wibowo pun menyebut beberapa panelis sengaja dilibatkan untuk menyimak pidato Prabowo.

“Pidato kebangsaan kali ini melibatkan puluhan panelis yang merupakan pakar di bidang ekonomi, energi, pangan, dan air,” ujar Drajad.

Dijelaskan Drajad, para panelis akan ikut serta menyampaikan pendapatnya mengenai tema pidato kebangsaan kali ini yang bejudul ‘Mewujudkan Swasembada Energi, Pangan, dan Air’.

“Nanti kami juga akan menjawab pertanyaan-pertanyaan,” tutur Drajad yang juga menjadi salah satu panelis dalam bidang ekonomi.

Berikut ini nama-nama panelis yang dilibatkan Prabowo:

Bidang Ekonomi

– Prof Burhanuddin Abdullah, mantan Gubernur Bank Indonesia
– Dr Dradjad Wibowo, pakar ekonomi
– Dr Ichsanuddin Noorsy, pakar ekonomi
– Dr Alex Yahya, pakar ekonomi
– Dr Harriyadin, pakar ekonomi
– Dr Andika, pakar ekonomi
– Sugiono, Direktur IKS UKRI
– Dirgavuza Setiawan

Bidang Infrastruktur

– Suhendra Ratu, mantan Staf Khusus Kementerian PU
– Putra Java Husin, anggota Komisi V DPR RI
– Bambang Haryo Soekartono, Anggota Komisi VII DPR RI
– Marco Kusuma, pakar perumahan

Bidang Energi dan Pangan

– Dr Willie Smits, Chief Scientist Arsari Enviro Industri
– Sudirman Said, mantan Menteri ESDM
– Dr M. Said Didu, mantan Staf Khusus Menteri ESDM
– Kardaya Warnika anggota Komisi VII DPR RI
– Prof. Laode Kamaluddin, pakar pangan
– Prof. Oki Muraza, pakar energi terbarukan
– Prof. Azril Azhari, pakar pangan
– Dr Rachmat Pambudy, pakar pangan
– Rauf Purnama, pakar Sumber Daya Alam
– Ferry Mursyidan Baldan, mantan Menteri Pertanahan
– Edhy Prabowo, Ketua Komisi IV DPR RI
– Endang Thohari, mantan Dirjen Kementerian Pertanian

Bidang Lingkungan Hidup

– Fabby Tumiwa, Direktur Institute for Essenth Services Reform
– Achmad Adhitya, pakar konservasi kehutanan
– Suhardi Suryadi, direktur LP3ES
– Irvan Pulungan, ahli hukum lingkungan
– I Gusti Gede Maha S Adi, fr editor National Geographic Indonesia
– Aria Witoelar, CEO Arya Watala Capital
– Surya Dharma, Ketua Umum Masyarakat Energi Terbarukan (METI)

Perwakilan dari Koalisi Adil Makmur

– Agnes Marcelina (Gerindra)
– Novita Wijayami [Gerindra)
– Nadea Lazuardani Zahra (Berkarya)
– Dian Fatwa (PAN)
– Zubaedah Fikri Faqih (PKS)
– Indah Elrista (Demokrat)

Itulah nama-nama panelis yang dilibatkan Prabowo untuk membantu dirinya dan Sandiaga Uno dalam Pilpres 2019.

About author