BPN Prabowo: Sikap Agresif Petahana Bukti Kepanikan Dan Tanda-Tanda Kekalahan 

BPN Prabowo: Sikap Agresif Petahana Bukti Kepanikan Dan Tanda-Tanda Kekalahan 

8 views
0

Calon presiden petahana terkesan melancarkan serangan kepada lawannya, calon presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto. Petahana seakan ingin menepis semua tudingan yang diarahkan kepadanya, contoh seperti soal Indonesia bubar, punah, hoaks kasus Ratna Sarumpaet, termasuk menyinggung soal konsultan asing.

Tetapi, Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto – Sandiaga Uno atau BPN Prabowo – Sandi, menilai serangan tersebut merupakan bentuk kepanikan sang petahana.

Juru Kampanye Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo – Sandi, Nizar Zahro mengatakan tidak kaget atas sikap agresif dan reaktif petahana. “Tanda-tanda panik sudah ada di depan mata. Jadi saya tidak kaget,” ujar Nizar, Selasa (5/2).

Nizar menilai hal tersebut disebabkan elektabilitas pasangan Prabowo – Sandiaga, terus mengalami peningkatan. Nizar mengatakan bahwa rumus untuk aman bagi petahana seharusnya di atas 70 persen. “Baru error-nya turun ke 60 atau 50 pada hari H,” ujarnya.

Ketua Sekretaris Nasional Prabowo-Sandi, Muhammad Taufik

Ketua Sekretaris Nasional Prabowo-Sandi, Muhammad Taufik

Menurut politisi Partai Gerindra itu, karena sekarang ini petahana hanya di angka 50 persen, dan bisa jeblok pada hari H, maka satu-satunya jalan adalah menyerang musuh. “Saya sadari itu,” jelas Nizar.

Nizar tetap berharap semua harus lebih memikirkan internalnya daripada memikirkan eksternal termasuk soal konsultan. “Apa urusannya dengan Pak Jokowi? Utamakan stabilitas politiklah,” tutur Nizar.

Ketua DPP Partai Gerindra itu juga mengingatkan sudah jelas dalam kasus Ratna Sarumpaet, pihaknyalah bagian dari korban. Tetapi, dia heran hal itu masih saja dijadikan bahan gorengan. “Tidak tanggung-tanggung capresnya yang ngomong, jadi kasihan kadang,” pungkas Nizar.

Sementara itu, Ketua Sekretaris Nasional Prabowo-Sandi, Muhammad Taufik memastikan, pihaknya tidak akan melakukan serangan balik terhadap pernyataan capres petahan soal propaganda ala Rusia.

“Kita mau menyerang buat apa? Biar saja lah. Kami serahkan kepada rakyat. Rakyat pasti cerdas melihat sesuatu, apalagi serangan-serangan dari kubu 01,” ujar Muhammad Taufik saat dihubungi wartawan di Jakarta, Senin (4/2/2019).

“Kan mestinya adu program, adu gagasan. Lihat saja di debat siapa yang nyerang. Bisa dibilang panik lah,” lanjut Muhammad Taufik.

Dengan demikian, sikap agresif yang ditunjukkan Petahana merupakan bukti kepanikan dan tanda-tanda kekalahan. Karena itu, satu-satunya jalan adalah menyerang musuh.

About author

Your email address will not be published. Required fields are marked *