Momen Kebersamaan Putra Sandiaga Uno Dan Capres Prabowo Subianto

Momen Kebersamaan Putra Sandiaga Uno Dan Capres Prabowo Subianto

42 views
0

Momen kebersamaan antara Sulaiman Saladdin Uno dengan Capres Prabowo Subianto dibagikan Calon Wakil Presiden (Cawapres) nomor urut 02, Sandiaga Uno. Momen kebersamaan itu ia bagikan di akun Twitter Sandiaga Uno.

Dalam video tersebut, tampak putra bungsu Sandiaga Uno sedang berkunjung ke ruang kerja Prabowo Subianto. Sulaiman Saladdin Uno yang mengenakan kaus putih dan celana pendek langsung menyapa Prabowo Subianto.

Sambil melambaikan tangan, Sulaiman Saladdin Uno langsung menyapa Prabowo Subianto. Keduanya tampak akrab dan bahkan mereka langsung berpelukan.

“hi, how are you?” sapa Prabowo.

“Fine.” kata Sulaiman Saladdin Uno.

Calon Wakil Presiden (Cawapres) nomor urut 02, Sandiaga Uno.

Calon Wakil Presiden (Cawapres) nomor urut 02, Sandiaga Uno.

Kemudian setelah berpelukan, Ketua Umum Partai Gerindra ini menanyakan usia anak Sandiaga Uno.

“Seven,” kata Sulaiman Saladdin Uno dengan nada pelan.

Setelah itu, anak Sandiaga Uno ini lalu menuju ruangan lain sambil berlari kecil.

Prabowo Subianto pun mengikutinya dan menanyakan kakak perempuan Sulaiman Saladdin Uno.

Dalam postingan video tersebut, Sandiaga Uno menuliskan jika dirinya menitipkan masa depan anaknya kepada mantan Danjen Kopassus ini.

Lebih lanjut, Sandiaga Uno juga berjanji siap membantu Prabowo Subianto untuk mewujudkan Indonesia yang adil, makmur, kuat dan mandiri.

“Sulaiman main ke ruang kerja Pak @prabowo. Bapak sebagai calon Kepala Negara di tahun 2019, saya titipkan masa depan anak saya ini & juga generasi penerus bangsa lainnya. Saya siap membantu apapun itu demi mewujudkan Indonesia yang adil, makmur, kuat, dan mandiri.”

Meski dikenal dengan sosok yang tegas, Prabowo pun menunjukkan sisi lembutnya saat berinteraksi dengan anak-anak. Potret-potret kedekatan Prabowo dan anak-anak kecil juga terjadi dalam berbagai kesempatan. Saat dirinya tengah menghadiri suatu acara ataupun mengunjungi sejumlah daerah untuk kepentingan politik.

 

About author