Fadli Zon Yakin Elektabilitas Prabowo Mampu Salip Kubu Petahana

Fadli Zon Yakin Elektabilitas Prabowo Mampu Salip Kubu Petahana

15 views
0

Seiring berjalannya waktu, gelombang dukungan terhadap calon presiden dan wakil presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno terus bertambah. Elektabilitas Prabowo-Sandiaga diyakini bakal menyalip pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 01, Joko Widodo-Ma’ruf Amin

Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Fadli Zon semakin yakin Prabowo Subianto mampu menyalip elektabilitas Jokowi dalam waktu dekat. Hal tersebut dikarenakan jarak elektabilitas Prabowo Subianto-Sandiaga Uno dan Jokowi-Ma’ruf Amin menipis dalam survei terbaru lembaga Median.

“Saya kira survei Median relatif lebih mendekati, walaupun dalam survei kami jaraknya lebih tipis. Saya kira ini merupakan satu hal yang membuat kami optimistis. Bahwa dalam waktu dekat, akhir bulan atau awal bulan depan sudah melampaui petahana,” ujar Fadli di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (22/1/2019).

Dikatakan Fadli, hasil survei Median mendekati survei internal tim Prabowo. Survei Median menyatakan elektabilitas Jokowi-Ma’ruf sebesar 47,9% dan Prabowo-Sandi 38,7%. Selisih di antara keduanya hanya 9,2%.

Fadli Zon Yakin Elektabilitas Prabowo Mampu Salip Kubu Petahana

Fadli Zon Yakin Elektabilitas Prabowo Mampu Salip Kubu Petahana

“Dalam survei internal kami bahkan bedanya lebih tipis. Sangat tipis, hanya tinggal 4-6%. Dalam survei Median kan kalau nggak salah 7-9%. Saya sudah lihat hasil surveinya. Saya kira ini membuat data kami makin dekat,” tuturnya.

Adapun, Survei Median itu dilakukan pada 6-15 Januari 2019 terhadap 1.500 responden. Survei dilakukan menggunakan metode multistage random sampling dengan margin of error survei +/- 2,5 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

Sementara itu, dalam acara dialog kebangsaan, Fadli yang juga Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) berbicara tentang pelaksanaan pemilu yang jujur, adil, dan demokratis. Fadli meminta agar penyelenggara pemilu bersikap netral.

Meskipun selisih di antara keduanya hanya 9,2%, masih ada beberapa bulan ke depan bagi masyarakat untuk menentukan pilihannya. Kini, semakin banyak masyarakat yang menginginkan perubahan, tentunya semakin yakin akan pilihannya.

About author