Lebay, KPU Serang BPN Prabowo Soal Rapat Senyam-Senyum

Lebay, KPU Serang BPN Prabowo Soal Rapat Senyam-Senyum

28 views
0

Komisi Pemilihan Umum (KPU) telah memojokkan BPN Prabowo-Sandi dengan menyatakan soal ‘rapat senyam-senyum, di luar teriak-teriak’. Pernyataan itu mendapat bantahan dari kubu Prabowo-Sandi.

Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno membantah pernyataan KPU soal ‘rapat senyam-senyum, di luar teriak-teriak’. Juru bicara BPN Prabowo-Sandi, Andre Rosiade, meminta KPU tidak memperkeruh suasana.

“Harusnya KPU jangan memprovokasi seperti itu. Jangan membangun narasi lebay. Saya nggak ingin menyerang KPU secara institusi, tapi tolong komisionernya jangan membangun narasi yang nggak benar,” ujar Andre saat dihubungi, Senin (7/1/2019).

Andre menilai pernyataan KPU itu terkesan memojokkan BPN Prabowo-Sandi. Dijelaskan Andre, BPN Prabowo-Sandi tidak pernah sekadar ‘senyam-senyum’ dalam rapat dan menyepakati mekanisme debat capres-cawapres begitu saja.

“Masak, kami dikira hanya datang rapat senyam-senyum. Ini jadi patut diduga komisionernya berpihak gitu lo, karena pernyataan ini. Terkesan politis dan memojokkan kubu kami,” katanya.

Juru bicara BPN Prabowo-Sandi, Andre Rosiade

Juru bicara BPN Prabowo-Sandi, Andre Rosiade

Kemudian, Andre mencontohkan soal pemaparan visi dan misi capres-cawapres yang tidak pernah disepakati Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf. Ia menyebut sejak awal BPN Prabowo-Sandi adalah pihak yang berkukuh supaya paparan visi-misi difasilitasi KPU.

“Misal soal pemaparan visi-misi tanggal 9 Januari itu, pihak kami mengusulkan kalau visi-misi disampaikan kandidat masing-masing. Tapi kubu Pak Jokowi inginnya stuntman, kami oke. Mereka pakai stuntman, kami tetap kandidat, tapi mereka tidak setuju,” ungkap Andre.

“Kemudian sama-sama stuntman, tapi kandidat kami hadir, mereka nggak setuju. Ya sudah, sama-sama stuntman, tinggal waktunya pagi atau siang gantian, tapi mereka nggak mau. Maunya berbarengan. Karena nggak setuju, ya, sudah KPU tidak jadi memfasilitasi,” tambahnya.

Mengenai soal kisi-kisi atau bocoran soal debat bagi capres-cawapres, Wakil Sekjen Partai Gerindra ini menjelaskan, usul itu datang dari BPN Prabowo-Sandi demi menghadirkan keadilan bagi kedua pihak.

“Soal kisi-kisi debat, memang itu disetujui dalam rapat oleh kedua belah pihak untuk diberikan. Alasannya, dulu ada informasi pada 2014 Pak Prabowo dan Pak Hatta (Hatta Rajasa) tidak dapat bocoran. Nah, patut diduga kubu sebelah dapat. Jadi, supaya adil dan semua dapat perlakuan yang sama, kisi-kisi disepakati diberikan ke kedua tim,” jelasnya.

Meski mekanisme debat perdana sudah disepakati TKN Jokowi-Ma’ruf dan BPN Prabowo-Sandi dalam rapat namun perdebatan di antara kedua timses masih terjadi. TKN Jokowi-Ma’ruf dan BPN Prabowo-Sandi saling tuding soal siapa yang tidak siap debat, hingga soal bocoran pertanyaan debat.

Komisioner KPU, Pramono Ubaid Tanthowi

Komisioner KPU, Pramono Ubaid Tanthowi

Untuk selanjutnya, KPU menyatakan akan melakukan evaluasi seusai debat pertama digelar. Komisioner KPU Pramono Ubaid Tanthowi mengingatkan supaya kedua timses tidak sekadar ‘senyam-senyum’, tetapi kemudian teriak-teriak di luar rapat.

“Jadi debat kedua, ketiga, keempat itu bisa berbeda-beda, bagaimana tiap gagasan punya usulan. Jangan pas rapat senyam-senyum nggak protes, nggak apa, tapi di luar teriak-teriak. Menurut saya itu tidak bertanggung jawab,” ujar Pramono.

Jelang Pilpres 2019, KPU seharusnya bersikap profesional tidak memperkeruh suasana dengan kalimat yang memprovokasi. KPU juga harus bersikap tegas dan netral tidak memihak salah satu paslon.

 

About author