Kubu Jokowi Dan Prabowo Akan Diberikan Daftar Pertanyaan Debat, Ini Alasan KPU

Kubu Jokowi Dan Prabowo Akan Diberikan Daftar Pertanyaan Debat, Ini Alasan KPU

14 views
0

Komisi Pemilihan Umum (KPU) akan memberikan daftar pertanyaan debat kepada kedua paslon seminggu sebelum acara debat Pilpres dimulai. Debat sesi pertama akan digelar pada Kamis, 17 Januari 2019 mendatang.

Pramono Tanthowi, Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) mengatakan lembaganya sudah mempertimbangkan keputusannya untuk memberikan daftar pertanyaan debat pilpres kepada kedua pasangan calon presiden dan wakil presiden, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno dan Joko Widodo atau Jokowi-Ma’ruf Amin.

“Kesepakatan KPU dengan kedua timses pasangan capres-cawapres untuk memberikan kisi-kisi soal kepada paslon seminggu sebelum debat kandidat adalah untuk mengembalikan debat ke khittahnya,” kata Pramono dalam keterangan tertulis, Ahad, 6 Januari 2019.

Adapun debat putaran pertama Pilpres 2019 akan digelar pada Kamis, 17 Januari nanti. Saat ini KPU dan panelis sedang menyusun daftar pertanyaan dengan tema mengenai isu hukum, korupsi, HAM, dan terorisme. Kemudian, daftar pertanyaan ini nantinya akan diserahkan kepada setiap pasangan calon.

Pramono Tanthowi, Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU)

Pramono Tanthowi, Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU)

Sementara itu, Direktur Eksekutif Network for Democracy and Electoral Integrity (Netgrit), Sigit Pamungkas sempat mempertanyakan keputusan KPU memberi daftar pertanyaan ke pasangan capres-cawapres. Sigit menilai keputusan ini aneh.

“Aneh, sebuah debat pertanyaannya disampaikan lebih dulu kepada paslon. Mestinya itu otentik muncul dalam proses debat itu,” tutur Sigit di kawasan Thamrin, Jakarta Pusat, Sabtu, 5 Januari 2019

Sedangkan menurut Pramono, pemberian daftar pertanyaan ke pasangan calon bertujuan supaya gagasan yang disampaikan dalam debat dapat lebih diuraikan dengan jelas dan utuh. Karena, katanya, debat merupakan salah satu metode kampanye di mana peserta pemilu bisa meyakinkan pemilih dengan menawarkan visi, misi, dan program yang jelas.

“Sehingga apa visinya jika terpilih, apa misinya untuk membangun bangsa, dan apa programnya untuk mengatasi berbagai masalah rakyat lebih dijawab jelas, jadi publik juga bisa memberikan penilaian bukan berdasarkan informasi yang sepotong,” ujarnya.

Dikatakan Pramono, lembaganya juga menganggap inti utama dari debat, yaitu pada segi penyampaian gagasan. Sebab itu, kata dia, KPU tidak ingin membuat debat seperti acara kuis yang berisi tebak-tebakan lantaran dapat melenceng dari substansinya.

“Dengan demikian, yang dikedepankan adalah penyampaian gagasannya, bukan pertunjukan atau shownya,” katanya.

Namun demikian, Komisioner KPU ini juga tidak mengabaikan aspek pertunjukan dalam debat pilpres nanti. Menurutnya, bagaimana pun debat pasangan capres-cawapres akan disiarkan secara luas oleh setiap stasiun televisi.

“Karena itu, maka soal-soal yang diberikan tidak sepenuhnya terbuka. KPU mengkombinasikan metode setengah terbuka dan tertutup,” ucapnya.

Ketua KPU Arief Budiman

Ketua KPU Arief Budiman

Sebelumnya, Ketua KPU Arief Budiman mengatakan ada dua model lontaran pertanyaan yang bakal diberikan ke setiap paslon. Pertama, model pertanyaan terbuka, yaitu moderator akan bertanya beberapa pertanyaan dari daftar yang sudah diberikan ke pasangan calon. “Masing-masing cuma tiga pertanyaan ke setiap paslon mewakili tiga segmen. Pertanyaannya akan diacak walaupun semua diberi tahu,” katanya.

Kemudian kedua, model lontaran pertanyaan tertutup. Dalam model ini, setiap pasangan calon akan melontarkan pertanyaan ke pasangan lain.

“Pertanyaan berasal dari masing-masing. Paslon 01 mengajukan kepada paslon 02, kemudian paslon 02 mengajukan pertanyaan ke paslon 01, ini nanti tak ada yang tahu pertanyaannya seperti apa,” pungkasnya.

Namun demikian, keputusan KPU untuk memberikan daftar pertanyaan debat pilpres kepada kedua pasangan calon presiden dan wakil presiden seminggu sebelum acara debat perdana, akan memberikan pertanyaan tersendiri di kalangan masyarakat luas.

About author