Setelah Arogansinya Memicu Kecaman dan Polemik, HTA Minta Maaf

Setelah Arogansinya Memicu Kecaman dan Polemik, HTA Minta Maaf

14 views
0

Setelah menuai gelombang kecaman dari masyarakat akhirnya Ketua DPRD Kota Depok, Hendrik Tangke Allo (HTA), menyampaikan permohonan maaf terkait sikap arogannya terhadap salah satu pengurus Kumpulan Orang Orang Depok (KOOD), sekaligus Kepala Badan Kepegawaian Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Depok, H Supian Suri (SS).

Permintaan maafnya tersebut diucap langsung oleh Hendrik di hadapan sejumlah pengurus KOOD di ruang kerjanya di kawasan Kota Kembang, Sukmajaya, Jumat (04/01/2019). Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Depok ini berjanji akan menemui Supian Suri guna mengklarifikasi tindakan atau sikapnya di ruang Sidang Paripurna pada Kamis (03/01/2019).

“Awalnya saya tidak menyangka hal ini akan menjadi heboh dan memunculkan kemarahan kawan-kawan di KOOD, terlebih terekspos di banyak media. Oleh karena itu saya secara pribadi meminta maaf. Saya kan dulu anggota KOOD juga,” kata Hendrik.

Sementara itu Ketua KOOD, H Ahmad Dahlan, merespon positif permohonan maaf Hendrik Tangke Allo, terlebih dia beritikad baik akan menemui Supian Suri.

“Kami mewakili KOOD menerima permohonan maaf ini, dan memang sebaiknya pak Hendrik juga bertemu pak Supian Suri, agar persoalan ini tidak menjadi polemik yang berkepanjangan, dan suasana Depok yang sempat memanas harus kembali kondusif,” kata Dahlan.

Supian Suri Kepala Badan Kepegawaian Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Depok

Supian Suri Kepala Badan Kepegawaian Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Depok

Namun menurut Dahlan, meski Hendrik telah meminta maaf, barisan KOOD tidak serta merta menerimanya. Dahlan akan menggelar rapat khusus guna menyikapi hasil pertemuan dengan Ketua DPRD Depok, Hendrik Tangke Allo. Tujuannya untuk meredakan gejolak di internal KOOD.

“Secepatnya kami akan ngumpul dengan semua pengurus, para tokoh dan sepuh KOOD. Selain menjelaskan hasil pertemuan dengan HTA, kami juga akan meminta masukan para tokoh dan sepuh KOOD, utamanya guna meredam kemarahan barisan KOOD, karena sampai saat ini gejolak belum reda, di grup WA KOOD aja masih ramai,” ujar Dahlan.

About author

Your email address will not be published. Required fields are marked *