Terkait Pose Dua Jari Anies, Gerindra: Kualitas Dukungan Anies Baswedan Ditakutkan Kubu Jokowi

Terkait Pose Dua Jari Anies, Gerindra: Kualitas Dukungan Anies Baswedan Ditakutkan Kubu Jokowi

261 views
0

Partai Gerindra menduga gestur dukungan Anies Baswedan kepada Prabowo Subianto di Pilpres 2019 membuat kubu PDIP panik. Hal tersebut terbukti dengan  salam dua jari Anies Baswedan awal pekan lalu di Konfernas Gerindra yang dilaporkan ke Bawaslu dan mendapat teguran dari Kemendagri.

Savitri Wiguna, Kepala Departemen Hubungan Antar Lintas Partai PP Gekira Partai Gerindra mengatakan, magnet politik Anies mampu mengerus dukungan masyarakat Indonesia kepada petahana.

“Kualitas dukungan Anies itu ditakutkan oleh pendukung Jokowi. Banyaknya dukungan kepala daerah di kubu petahana tidak memiliki pengaruh elektoral politik yang kuat secara nasional,” katanya kepada wartawan, Kamis (20/12).

Savitri mengungkapkan, beberapa faktor politik yang membuat posisi Anies Baswedan sangat strategis dalam pertarungan Pilpres 2019.

Pertama, Anies Baswedan yang didukung Prabowo Subianto mampu mengalahkan Ahok yang didukung Jokowi pada Pilkada DKI 2017 lalu. Kemenangan ini tentunya mempengaruhi persepsi politik masyarakat pada setiap agenda politik selanjutnya seperti pemilihan presiden saat ini.

Savitri Wiguna, Kepala Departemen Hubungan Antar Lintas Partai PP Gekira Partai Gerindra

Savitri Wiguna, Kepala Departemen Hubungan Antar Lintas Partai PP Gekira Partai Gerindra

“Pilkada DKI itu melibatkan seluruh potensi partai dan menggerus perhatian masyarakat seluruh Indonesia. Jadi tidak heran jika langkah politik pemenang pilkada itu selalu menjadi perhatian publik,” tutur Savitri.

Kemudian faktor lain yang membuat Anies Baswedan kuat dari sisi mempengaruhi pilihan masyarakat adalah kinerjanya yang baik.

Adapun Anies Baswedan sudah menepati beberapa janji politik sebagai Gubernur DKI Jakarta. Mulai dari penutupan tempat prostitusi, rumah DP 0 rupiah hingga penghentian pulau reklamasi.

“Jadi tidak heran pak Gembong, ketua fraksi DPRD PDIP DKI langsung bereaksi keras. Karena dia tahu kinerja Anies sangat baik dan semua janji politiknya satu persatu ditepati,” jelas Savitri.

Sebelumnya, Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD DKI, Gembong Warsono menilai Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan sudah melanggar ketentuan Pemilu terkait pelarangan penggunaan fasilitas negara untuk kampanye.

Gembong menilai, hadirnya Anies di acara Konferensi Nasional (Konfernas) Partai Gerindra, Senin (17/12) ditambah dengan pose dua jari yang identik dengan pasangan calon Prabowo-Sandi, serta pidato yang bernuansa kampanye, mempertegas posisinya saat itu.

Terkait Pose Dua Jari Anies, Gerindra: Kualitas Dukungan Anies Baswedan Ditakutkan Kubu Jokowi

Terkait Pose Dua Jari Anies, Gerindra: Kualitas Dukungan Anies Baswedan Ditakutkan Kubu Jokowi

Lantas, reaksi tersebut disusul dengan teguran dari Kemendagri terhadap pose dua jari Anies Baswedan.

Tetapi Savitri heran, teguran Kemendagri itu tidak berlaku ketika beberapa kepala daerah seperti di Provinsi Riau dan Sumbar mendeklarasikan mendukung pasangan Joko Widodo-Maruf Amin.

“Tidak ada yang salah dengan gestur dua jari Anies Baswedan. Tidak ada aturan yang mengatur gestur kepala daerah saat mendatangi undangan partai,” pungkas Savitri.

Sementara itu, terkait salam dua jari Anies, Partai Gerindra mengatakan kualitas dukungan Anies Baswedan ditakutkan kubu Jokowi.

About author