Sandiaga: Ekonomi Indonesia Akan Menguat Jika Indonesia Dipimpin Sosok Pemimpin Yang Tegas Seperti Prabowo

Sandiaga: Ekonomi Indonesia Akan Menguat Jika Indonesia Dipimpin Sosok Pemimpin Yang Tegas Seperti Prabowo

16 views
0

Pada November 2018, neraca perdagangan mengalami defisit US$ 2,05 miliar. Setelah bulan lalu defisit US$ 1,77 miliar. Defisit neraca perdagangan tersebut merupakan yang tertinggi sepanjang Januari hingga November 2018.

Sementara, Sandiaga Uno Calon wakil presiden nomor urut 02, meyakini Menteri Keuangan, Sri Mulyani mengetahui langkah-langkah yang harus diambil terkait defisitnya neraca perdagangan Indonesia.

Sebelumnya, defisit terbesar neraca dagang RI pada 2018 terjadi pada Juli dengan defisit US$ 2 miliar dollar. Meski begitu, tutur Sandiaga, langkah Sri Mulyani perlu didukung oleh kepemimpinan yang kuat dan tegas.

“Bu Sri Mulyani sudah tahu, dia sudah tahu. Tetapi Bu Sri Mulyani perlu pemerintahan yang kuat, perlu pemerintahan dan kepemimpinan yang tegas seperti Pak Prabowo untuk menjalankannya,” kata Sandiaga saat ditemui di Hotel Grand Cempaka, Jakarta Pusat, Senin (17/12).

Sandiaga: Ekonomi Indonesia Akan Menguat Jika Indonesia Dipimpin Sosok Pemimpin Yang Tegas Seperti Prabowo

Sandiaga: Ekonomi Indonesia Akan Menguat Jika Indonesia Dipimpin Sosok Pemimpin Yang Tegas Seperti Prabowo

Menurut Sandiaga, sektor ekonomi Indonesia akan menguat apabila Indonesia dipimpin oleh sosok pemimpin yang tegas seperti Prabowo Subianto. Ia menilai, dalam memperbaiki kondisi perekonomian saat ini perlu ada reformasi struktural.

Selain itu, ujar Sandiaga, kepemimpinan yang tegas akan menghindarkan kebijakan ekonomi berubah-ubah dan tergantung pada kepentingan politik tertentu.

“Kalau Pak Prabowo itu jadi bosnya Sri Mulyani, reformasi struktural itu akan jalan, karena butuh kepemimpinan yang kuat dengan pola kepemimpinan yang tegas,” ucap Sandiaga. “Enggak gampang diubah-ubah karena tentunya kepentingan-kepentingan yang non-struktural dan kepentingan politik terutama. Ini yang harus menjadi landasan kita,” tegasnya.

Menteri Keuangan Sri Mulyani menilai, sebelumnya defisit neraca perdagangan yang tembus US$ 2,05 miliar pada November 2018 disebabkan faktor eksternal. Defisit neraca perdagangan tersebut merupakan defisit terbesar sepanjang 2018.

Menteri Keuangan Sri Mulyani

Menteri Keuangan Sri Mulyani

Sebelumnya, defisit terbesar terjadi pada Juli 2018, yakni mencapai US$ 2 miliar. “Faktor ekonomi luar dari sisi ekspor akan menjadi tantangan, beberapa komoditas kita atau pasar untuk mengekspor harus kita lihat dengan sangat hati-hati,” ucapnya di Jakarta, Senin (17/12).

Adapun China selama ini, merupakan mitra dagang terbesar Indonesia. Mayoritas komoditas ekspor Indonesia dikirim ke China. Oleh karenanya, pelemahan ekonomi China dinilai akan memengaruhi permintaan ekspor produk Indonesia.

“Pasar-pasar baru untuk ekspor produk Indonesia menyerap ekspor sangat terbatas, “ujar Sri Mulyani.

Hal ini disebabkan adanya pelemahan permintaan lantaran kondisi ekonomi global yang tidak pasti.

About author