Keangkuhan Membawa Petaka, Kerendahan Hati Prabowo Membawa Kemenangan Di Pilpres 2019

Keangkuhan Membawa Petaka, Kerendahan Hati Prabowo Membawa Kemenangan Di Pilpres 2019

4 views
0

Dahnil Anzar Simanjuntak, Koordinator Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, menanggapi saran Wakil Sekretaris Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma’ruf Amin, Raja Juli Antoni, agar pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno tobat dan hijrah.

Adapun saran tersebut dilontarkan Raja Juli merespons deretan permintaan maaf yang disampaikan Prabowo maupun Sandi kepada publik sepanjang kampanye Pilpres 2019.

Dahnil mengatakan permintaan maaf yang disampaikan Prabowo-Sandi itu menunjukkan sikap rendah hati, sehingga meminta maaf atas kesalahan kecil yang mereka lakukan.

Dahnil menyebut jika tidak ada sikap rendah hati untuk meminta maaf, maka politik Indonesia akan dipenuhi keangkuhan. Menurut Dahnil, justru pasangan Jokowi-Ma’ruf yang dengan angkuh melakukan pembenaran atas kebohongan-kebohongan yang disampaikan kepada masyarakat.

“Setiap kesalahan yang dilakukan justru dengan angkuh melakukan pembenaran bahkan kebohongan-kebohongan,” kata Dahnil, Rabu (14/11/2018).

Dahnil Anzar Simanjuntak, Koordinator Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi

Dahnil Anzar Simanjuntak, Koordinator Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi

Kemudian Dahnil menyebut deretan kebohongan Jokowi mulai dari tidak akan bagi-bagi kursi di pemerintahan, menyusun kabinet yang ramping, tidak akan menaikkan harga BBM, tidak akan melakukan impor, hingga rencana pembuatan mobil nasional Esemka.

Selain itu, Dahnil mengatakan, keangkuhan pasangan Jokowi-Ma’ruf salah satunya dengan menyebut mereka yang berbeda sikap politik dan mengkritik sebagai orang ‘budek dan tuli’. Kata dia, pernyataan yang terlontar dari Ma’ruf Amin itu terkesan menghina kaum difabel.

“Tidak satu pun kata maaf yang disampaikan. Yang terjadi justru produksi kebohongan baru dengan penuh keangkuhan,” ujar Dahnil.

Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah itu lebih lanjut menyatakan, bahwa pasangan Prabowo-Sandi tidak ingin melakukan kebohongan dengan penuh keangkuhan tersebut.

Menurut Dahnil, setiap kesalahan kecil yang dilakukan, Prabowo maupun Sandi dengan rendah hati langsung memohon maaf.

“Karena bagi beliau berdua kejujuran dan kerendahan hati kepada rakyat penting dihadirkan. Karena politik bukan sekadar menang kalah, tapi politik adalah kesempatan untuk menunjukkan keadaban publik yang tinggi,” kata Dahnil.

Sepanjang gelaran kampanye pilpres, pasangan Prabowo-Sandi terhitung sudah tiga kali meminta maaf kepada masyarakat. Adapun rinciannya adalah Prabowo meminta maaf sebanyak dua kali kepada masyarakat terkait kasus kabar bohong alias hoaks Ratna Sarumapet dan kasus ‘tampang Boyolali’.

Sementara itu baru-baru ini, Sandi pun turut meminta maaf kepada masyarakat lantaran melangkahi makam tokoh Nahdhatul Ulama (NU) KH Bisri Syansuri saat berziarah.

About author

Your email address will not be published. Required fields are marked *