Muhaimin Iskandar : Pendukung Dan Penolak Tagar Ganti Presiden Tak Saling Memanasi

Muhaimin Iskandar : Pendukung Dan Penolak Tagar Ganti Presiden Tak Saling Memanasi

69 views
0

Muhaimin Iskandar atau Cak Imin meminta pendukung dan penolak tagar ganti presiden tidak saling panas-panasan. Kemunculan alat negara di beberapa kegiatan deklarasi #2019GantiPresiden dianggap sebagai respon munculnya ancaman horisontal.

Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa Muhaimin Iskandar meminta pendukung masing-masing calon presiden untuk bisa mengendalikan diri dan tak saling memanasi. “Jokowi dan Prabowo saja sudah peluk-pelukan,” katanya saat mendampingi calon wakil presiden Ma’ruf Amin bersilaturahmi di Pondok Pesantren Lirboyo Kediri.

Muhaimin Iskandar : Pendukung Dan Penolak Tagar Ganti Presiden Tak Saling Memanasi

Muhaimin Iskandar membantah ketidaknetralan aparat keamanan dalam mengamankan gerakan pendukung tagar ganti presiden. Menurutnya, alat negara turun karena melihat munculnya potensi ancaman konflik horisontal dalam gerakan tersebut. Karena itu sudah sewajarnya jika pemerintah bersikap aktif menjaga situasi keamanan melalui alat negara yang ada.

Dia mengajak pendukung Jokowi maupun Prabowo saling menahan diri dan tidak membuat provokasi. Kompetisi pemilihan presiden harus dilaksanakan dengan bersahabat dan menjunjung nilai kekeluargaan. “Mari kita ikuti proses ini dengan senang-senang,” katanya.

Kepolisian Negara Kesatuan Republik Indonesia menerbitkan arahan terkait gerakan deklarasi kedua pasangan calon presiden dalam surat telegram. Isi telegram berbunyi, Polri akan memantau empat aksi massa pro dan kontra Joko Widodo atau Jokowi, yakni #2019GantiPresiden, #2019TetapJokowi, #Jokowi2Periode, dan #2019PrabowoPresiden.

Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Polri Inspektur Jenderal Setyo Wasisto membenarkan adanya surat telegram tersebut. Menurut Setyo, Polri menilai situasi politik saat ini semakin memanas sehingga perlu diterbitkan aturan mengenai aksi deklarasi tersebut. Sebab, kepolisian khawatir aksi-aksi itu akan menimbulkan gangguan keamanan dan ketertiban.

About author