Korban Runtuhnya Tembok Di Gegesik Akan Mendapatkan Beasiswa Dari Pemerintah

Korban Runtuhnya Tembok Di Gegesik Akan Mendapatkan Beasiswa Dari Pemerintah

15 views
0

Mendikbud Muhadjir Effendy mengunjungi Tri Intan Apriyani (13) di Rumah Sakit Umum Gunung Jati, Cirebon, Jabar. Siswi kelas VII Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 1 Gegesik ini merupakan salah satu korban yang mengalami luka berat musibah runtuhnya tembok yang menimpa Sanggar Seni Hidayat di Kabupaten Cirebon. Rahang dan tulang pahanya patah, dan harus dioperasi. Saat ini kondisi Intan berangsur membaik, stabil dan siap menjalani operasi.

Korban Runtuhnya Tembok Di Gegesik Akan Mendapatkan Beasiswa Dari Pemerintah

Kepada orang tua korban, Menteri Muhadjir berjanji memberikan beasiswa bagi korban yang merupakan siswa berprestasi. “Untuk bentuk skema beasiswanya nanti akan kami sesuaikan di Kemendikbud. Biasanya beasiswa diberikan sampai tamat SMP,” kata Muhadjir saat kunjungan ke Cirebon. Selain bertemu Intan, Menteri Muhadjir juga menyambangi keluarga korban meninggal. Dia berharap agar kegiatan penguatan pendidikan karakter yang dilakukan sanggar seni dan sekolah terus dijalankan.

Dalam kesempatan itu, Menteri Muhadjir yang didampingi Sekjen Kemendikbud Didik Suhardi dan Direktur Pembinaan SMP Dikdasmen Supriano juga berziarah ke makam korban meninggal. Salah satu korban meninggal, Muhammad Az Zikri (14), merupakan dalang cilik berprestasi. Selain itu, Arid (13), anak dalang Suherman juga menjadi salah satu korban meninggal. Kepada keluarga para korban meninggal, Muhadjir menyerahkan santunan dari presiden.

Pemerintah juga akan memberikan bantuan peralatan gamelan kepada Sanggar Seni Hidayat yang tertimpa tembok sarang walet. Tak hanya itu, bantuan peralatan kesenian tradisional juga akan diberikan kepada SMP Negeri 1 dan SMP Negeri 3 Gegesik yang menjadi mitra sanggar seni Hidayat. Musibah runtuhnya bangunan bekas sarang burung walet yang menimpa para siswa dan pelatih seni tradisional di sanggar Hidayat terjadi pada Senin (16/4), sekitar pukul 10.30 WIB. Musibah ini menelan tujuh korban jiwa, satu luka berat, dan satu luka ringan. Para korban adalah siswa SMP Negeri 1 Gegesik yang sedang berlatih gamelan untuk persiapan kompetisi nasional.

About author