Tahapan Pemblokiran SIM Card Dimulai

Tahapan Pemblokiran SIM Card Dimulai

6 views
0

Pemblokiran total akan dilakukan pada 1 Mei 2018 apabila pengguna nomor seluler tidak juga melakukan registrasi ulang. Pemerintah mulai hari ini akan memblokir nomor telepon seluler prabayar yang belum didaftarkan ulang secara bertahap.

Tahapan Pemblokiran SIM Card Dimulai

Tercatat sebanyak 305.782.219 kartu prabyar sudah teregistrasi ulang dari total pengguna sebanyak 376 juta kartu. Dia menegaskan, bagi masyarakat yang tidak melakukan registrasi ulang sampai 28 Februari 2018, maka mulai 1 Maret 2018 akan terkena pemblokiran layanan panggilan keluar (outgoing call) dan layanan pesan singkat keluar (outgoing SMS). Namun, pelanggan masih dapat menerima telepon dan SMS masuk serta menggunakan data internet.

Selanjutnya, apabila pelanggan tidak melakukan registrasi sampai tanggal 31 Maret 2018, maka mulai 1 April 2018 dilakukan pemblokiran layanan panggilan masuk (incoming call) dan menerima layanan pesan singkat (incoming SMS). Akan tetapi, pelanggan tidak dapat melakukan panggilan keluar dan layanan pesan singkat keluar, juga tidak bisa menerima layanan panggilan dan SMS. Pemblokiran tidak mencakup layanan data internet.

Dia mengakui bahwa masih ditemukan ketidaksinkronan antara Nomor Induk Kependudukan (NIK) dan nomor Kartu Keluarga (KK) sebagai prasyarat registrasi. Dia mengimbau agar masyarakat untuk memperbaiki ke dinas kependudukan setempat.

Pengurus harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Agus Suyatno mengatakan, pemerintah harus memberikan sosialisasi kepada masyarakat mengenai tenggang waktu regiatrasi sim card yang mengalami kendala teknis. Di sisi lain, YLKI menilai Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) harus berkoordinasi mengatasi persoalan-persoalan teknis tersebut.

“Semua operator akan menginformasikan terkait batas waktu registasi. Telkomsel tercatat paling banyak yang mendaftar simcard dengan jumlah 142 juta nomor. Kemudian, Indosat 101 juta nomor, XL (42 juta), Tri (13 juta), Smartfren (5,8 juta), dan Sampoerna Telekom (8.700).” ujar Sutrisman, Direktur  Eksekutif  Asosiasi  Penyelenggara Telekomunikasi Seluruh Indonesia (ATSI).

 

About author