Beberapa Tips Ampuh Agar Tulisan Dimuat oleh Redaktur

Beberapa Tips Ampuh Agar Tulisan Dimuat oleh Redaktur

9 views
0

Walaupun sudah terbiasa menulis, bahkan tulisan telah dibaca banyak orang, namun masih banyak juga penulis yang belum memikat hati redaktur. Sosok penjaga gawang di satu media perusahaan ini bakal sungguh hati-hati sekali saat menerima tulisan dari pembaca atau kontributornya. Salah menerima tulisan akibatnya memengaruhi citra perusahaan tersebut. Sebab itulah biasanya redaktur dalam bekerja mesti teliti, tegas, dan tega, semua ini dilakukannya demi menjaga reputasi perusahaan. Saat nama penulis yang sudah terpatri di hati redaktur, tulisan yang diterimanya itu dipublikasikan biasanya juga si redaktur ini lebih gampang. Hal ini dikarenakan kepercayaan atas kualitas karya si penulis tadi.

Penulis tersebut punya keunikan masing-masing, jika rata-rata penulis tadi mengirim ke e-mail redaktur, maka e-mail yang pertama dibuka tentunya nama penulis yang tak diragukan lagi atas karyanya. Sedangkan surel penulis lainnya boleh jadi diabaikan. Ingat! Karena tuntutan kerja, redaktur itu tidak punya waktu banyak memilah-milih tulisan masuk, dan ia memang bermain dengan waktu. Penulis gagal ditandai dengan melambaikan bendera putih, ia menyerah tak bakal mengirim lagi karyanya. Dia memvonis diri sendiri bahwa tidak akan sukses menjadi penulis, lantaran tulisannya kerap ditolak oleh beragam media. Akhirnya ia sudah tak berkarya lagi, tak membaca lagi, tak peka terhadap lingkungan, dan impiannya dikubur dalam-dalam bersama tulisannya yang tidak berkualitas itu. Padahal penulis tipe bermental seperti itu tak mau menyadari kekurangan karyanya, malah sibuk menyalahkan pihak-pihak lain.

Beberapa Tips Ampuh Agar Tulisan Dimuat oleh Redaktur

Kemudian bagaimana supaya tulisan bisa menembus gawang redaktur? Kalau tidak mempublikasikan tulisan kamu, yang membuat redaktur rugi

1. Mulailah Membaca Buku, Bukan Hanya Membaca di Media Online

Mutu buruk dari satu tulisan karena minimnya membaca, kalaupun membaca, hanya mengandalkan membaca di media online. Saat kamu membaca di media online, bisa dibayangkan Sehingga kamu pun menulis dengan tema yang nyaris sama, telah sangat banyak dibahas di aneka media. Artinya ide tulisan kamu basi, tidak punya nilai lebih dan unik. Pembaca butuh hal-hal baru yang belum pernah dia ketahui sebelumnya.

2. Menjadi Penulis yang Rajin ke Lapangan untuk Menggarap Tulisan

Karya-karya yang berbau jurnalistik tentu sungguh disenangi oleh si penjaga gawang jika tulisan anda ditujukan ke koran-koran online anda tidak perlu menjadi seorang jurnalis sungguhan, cukuplah menguasai dasar-dasar ilmu jurnalistik, yaitu who, what, where, when, why, dan how.

3. Penulis Juga Wajib Bersosialisasi di Lingkungannya

Sebagian penulis menganggap menyendiri adalah langkah-langkah terbaik untuk berkarya. Memang tidak ada salahnya pada pernyataan seperti tersebut, hanya saja ada kesalahpahaman dalam memaknai hal tersebut. Menyendiri atau menyepi bukan berarti antisosial. Untuk menulis butuh ketentraman, namun untuk memantik ide menulis tersebut ada di tengah-tengah warga.

4. Menuliskan Pengalaman Pribadi untuk Pembaca

Bahwasanya pengalaman orang tersebut berbeda-beda, untuk itu pula karakter pun juga berbeda. Di sinilah bagi kamu yang ingin menggali ide menulis itu dengan tepat. Cerita kawan dituliskan kali ini cobalah menuliskan pengalaman personal kalau di poin ketiga tadi, biasanya pengalaman-pengalaman konyol, unik, seram, atau menegangkan akan sangat disukai pembaca, perihal ini disebabkan lantaran berdasarkan cerita nyata, yakni pengalaman anda sendiri.

5. Peka Terhadap Isu Hukum, Sosial, dan Politik di Negeri Ini

Media perusahaan butuh opini dari pembacanya terkait isu-isu yang sedang hangat, inilah peluang anda untuk memberikan pandangan terkait isu hukum, sosial, dan politik di negeri itu. Supaya tulisan anda bisa diterima seluruh kalangan, sebagai penulis hendaknya anda berada di posisi yang netral, tak berat sebelah dalam memberikan opini, jika memberikan sebuah kritikan tulisan anda itu juga mesti memuat data, sedangkan agar persoalan yang ada bisa teratasi, selanjutnya pada tulisan kritikan tersebut juga kamu berikan solusi yang baik. Penulis kritis tersebut juga dituntut untuk memberikan sebuah perubahan, sebab itulah di sanubarinya hanya semata-mata untuk kepentingan, bukan untuk melengserkan orang lain, atau mau menambah kekacauan.

About author