Rumah Gadang “Kampai Nan Panjang”

Rumah Gadang “Kampai Nan Panjang”

144 views
0

Tidak jauh dari Pusat Kota Batusangkar atau sekitar 13 Km tepatnya di Nagari Balimbing, Kecamatan Rambatan, Kabupaten Tanah Datar. Terdapat sebuah obyek wisata berupa bangunan cagar budaya yang menarik untuk dikunjungi yaitu Rumah Adat Kampai Nan Panjang. Untuk menuju ke lokasi cukup mudah karena dari Batusangkar banyak terdapat plang petunjuk yang bisa kita temukan saat sudah mendekati lokasinya.

Rumah Gadang Kampai Nan Panjang adalah bangunan bersejarah Sumatera Barat. Rumah gadang ini didirikan oleh Datuk Penghulu Basa dari Suku Kampai Nan Panjang lebih kurang 300 tahun yang lalu. Sebagian besar bangunan ini belum mengalami pembaruan baik dari segi struktur maupun bahan bangunan. Meski telah berusia lebih dari 3 abad namun bangunan ini masih terjaga dengan baik karena memang dipelihara oleh pemiliknya selain itu untuk pemeliharaan secara spesifik untuk melestarikan keaslian struktur rumah dibantu oleh Balai Pelestarian Cagar Budaya Batusangkar.

Rumah Gadang Kampai Nan Panjang merupakan rumah tempat tinggal yang memiliki arsitektur bergaya khas Minang dengan atap yang bergonjong empat dan terbuat dari ijuk. Keseluruhan bangunan bagian luar terdiri dari kayu berwarna hitam. Hanya terdapat satu pintu masuk ke bagian dalam rumah dan tangganya tepat berada di tengah-tengah. Bangunan ini terdiri dari tujuh bilik (kamar), yang masing-masing berukuran 1,5 x 3 meter persegi.

Biasanya rumah gadang memiliki ruangan dalam jumlah yang ganjil, bisa 5, 7 ,9 dan seterusnya, tetapi pada umumnya jumlah ruang yang ada adalah sambilan ruang. Bentuknya persegi empat dan atapnya terbuat dari ijuk. Ruangan bagian tengah rumah gadang ini merupakan ruangan terbuka tanpa sekiat dan bilik. Pintu utamanya hanya satu dan terletak di bagian tengah. Dinding bagian luar dan dalam polos tidak ada ukiran. Ruangan dalam bagian belakang merupakan bilik-bilik yang berfungsi sebagai kamar tidur. Pintu bilik berukuran oval dengan diameter sangat kecil (30 cm) sehingga untuk masuk ke dalam bilik harus membungkuk.

Seperti rumah gadang pada umumnya, rumah ini dibangun tanpa menggunakan paku. Rumah ini tidak berplafon sehingga langsung terlihat tulang-tulang yang menyusun rangka atapnya, hanya di bagian ujung sebelah kiri yang ada bagian seperti loteng tempat penyimpanan. Lantainya rata dan tidak ada anjung di bagian ujung, dilapisi bilah bambu yang bersusun-susun. Sepanjang rumah bagian belakang yang menuju kamar terdapat bagian lantai yang lebih tinggi satu anak tangga membujur serta membentuk huruf “U” ke ujung kiri dan kanan.

About author