Pesona Danau Tondano Sulawesi Utara

Pesona Danau Tondano Sulawesi Utara

4 views
0

Danau Tondano adalah danau terbesar di Provinsi Sulawesi Utara, Indonesia. Danau ini diapit oleh Pegunungan Lembean, Gunung Kaweng, Bukit Tampusu, dan Gunung Masarang. Danau ini dilingkari dengan jalan provinsi dan menghubungkan Kota Tondano, KecamatanTondano Timur, Kecamatan Eris, Kecamatan Kakas, Kecamatan Remboken, dan KecamatanTondano Selatan. Daerah danau adalah sekitar 42,78 km³, dan ada sebuah pulau kecil bernama Likri (di depan desa Tandengan di distrik Eris) dan pulau papalembet tepat ke bawah. Dari tepi Danau Tondano terlihat jelas Gunung Kaweng.

Danau Tondano merupakan danau terbesar kedua di Indonesia. Sama seperti danau Toba sebagai danau terbesar pertama di Indonesia, danau Tondano juga merupakan danau vulkanik yang terbentuk akibat letusan gunung dan di tengahnya juga terdapat pulau.  Danau Tondano memiliki peran sangat penting sebagai sumber air bersih bagi masyarakat sekitar, khususnya Kota Manad. Selain itu, danau ini juga memiliki beberapa fungsi seperti:  pembangkit listrik, perikanan, dan pariwisata. Jika kita berwisata ke danau ini, kita dapat berjalan melintasi puncak Bukit Lembean dan memandang keindahan Laut Maluku (di sebelah timur), tepatnya kawasan Tondano Pante (Kecamatan Kombi), Kabupaten Minahasa.Pondok kinakas. Di area danau Tondano ini, tidak hanya keindahan alam yang dapat menjadi daya tarikpara wisatawan, namun budaya dan tradisi yang merupakan harta warisan turun temurun sekaligus peninggalan berharga bagi masyarakatnya. Kedua hal tersebut merupakan salah satu daya tarik khas bagi dunia.

Dengan melihat asset tersebut, tradisi dan budaya masyarakat danau Tondano harus tetap dijaga oleh masyarakatnya. Untuk itu, perlu diadakan wadah untuk realisasi berupa fasilitas untuk event pariwisata seperti festival danau Tondano. Pada even tersebut, masyarakat diharapkan dapat menampilkan serta mengembangkan produk, tradisi dan budaya mereka. Sebenarnya, telah ada wadah serupa untuk kegiatan Festival Budaya Danau Tondan di ujung Utara Desa Paleloan, Kecamatan Remboken, yang awalnya memang menjadi satu arena yang indah, akan tetapi lambat laun hal tersebut telah telah terbengkalai. Selain itu kurangnya kesadaran masyarakat untuk merawat serta memelihara yang didasari atas kurangnya penghargaan masyarakat pada kondisi alam Danau Tondano sendiri menjadi salah satu faktor yang memicu meredupnya objek wisata festival budaya ini.

Berdasarkan hal tersebut di atas, maka sangat diperlukan  penyediaan wadah yang lebih layak ini sangat di perlukan. Hal ini dapat dilaksanakan dengan cara mendesain objek yang baru yang lebih inovatif, representative, dan menyediakan lokasi yg lebih strategis. Hal ini bias diikuti dengan penambahan fasilitas yang lebih layak sehingga dapat menunjang objek yang nantinya benar-benar berfungsi bukan hanya saat tertentu atau hanya saat ada festival saja, namun tetap hidup sehingga dapat mengangkat dan mempromosikan danau Tondano sebagai salah satu destinasi wisata utama dengan tidak mengorbankan ekosistem lingkungan Danau Tondano dalam pemanfaatannya di barengi dengan kegiatan perlindungan serta pelestarian terhadap lingkungan setempat.

About author