Mengenal Lebih Dekat Gamelan Jawa

Mengenal Lebih Dekat Gamelan Jawa

94 views
0

Gamelan Jawa adalah ansambel musik yang biasanya menonjolkan metalofon, gambang, gendang  dan gong. Musik yang dihasilkan  dalam Gamelan Jawa berasal dari campuran gong, kenong dan alat musik Jawa lainnya. Irama musik umumnya lembut dan mencerminkan harmoni kehidupan, seperti prinsip kehidupan yang diadopsi secara umum oleh masyarakat Jawa. Gamel an dalam bahasa Jawa berarti memukul atau memukul, sedangkan dalam bahasa Jawa berarti kata benda. Jadi gamelan merupakan suatu aktivitas menabuh yang dilakukan oleh orang zaman dahulu yang kemudian menjadi nama alat musik ansambel.

Pertunjukan musik Gamelan Jawa merupakan salah satu sarana bagi para seniman, untuk mengekspresikan hasil karya kepada masyarakat. Berbeda dengan pertunjukan musik Barat, atau orkestra, Gamelan Jawa tidak dipimpin oleh seorang konduktor. Pra pemain musik gamelan tersebut saling berkomunikasi melalui nada-nada yang dihasilkan alat musik  gamelan. Para pemain gamelan tersebut sekaligus berperan menentukan nada penyambung, dari satu nada ke nada berikutnya, pada masing-masing dari seluruh alat musik gamelan yang dimainkan, sehingga dapat menyajikan sebuah pertunjukkan gending, dengan nada-nada yang terdengar harmonis.

Dalam rangkaian gamelan Jawa, masing-masing alat musik memiliki peran yang berbeda, tergantung pada jenis alat musik yang dimainkan. Peran alat-alat musik tersebut, berkaitan dengan ritme, tempo serta level suara dari masing-masing alat musik dalam lingkup Gamelan. Alat musik Gamelan ini memiliki tiga unsur, yang dapat membangun keindahan. Unsur yang pertama adalah unsur irama. Dalam sebuah pertunjukan Gamelan akan terlihat berwarna, melalui irama bunyi yang dihasilkan. Hal yang kedua adalah tempo. Tempo dalam sebuah pagelaran berperan mengatur irama permainan. Unsur yang ke tiga adalah struktur. Dalam permainan musik Gamelan ini, sebuah struktur akan dapat dibangun dari irama-irama yang dihasilkan dari peralatan musik yang termasuk dalam alat musik Gamelan ini.

Untuk menghadirkan ruh atau jiwa dari setiap alat musik Gamelan yang dimainkan, maka selain komunikasi antar seniman juga dipengaruhi oleh tata ruang, agar dapat membangun harmonisasi nada antar pemain gamelan.  Tata letakalat musik gamelan dalam sebuah pagelaran sudah dapat dipastikan memiliki tujuan tertentu, dan tidak dapat diletakkan semau kita. Sebuah pagelaran Gamelan yang mempertahankan kemurnian bunyi, tidak menggunakan peralatan pendukung sistem tata suara elektronik, seperti halnya pada pertunjukan musik modern. Berkaitan dengan hal ini, disebabkan karena Jumlah instrumen gamelan jawa sekitar 70 buah. Hal ini akan mengakibatkan  tata letak yang menyebar diatas panggung. Kondisi ini berakibat pada sumber bunyi yang diterima oleh pendengar merupakan sumber majemuk dan terlihat tidak harmonis. .

About author